Kasdam Diponegoro Hadiri Waisak Borobudur 2026, TNI Pastikan 20 Ribu Umat Beribadah Aman

    Kasdam Diponegoro Hadiri Waisak Borobudur 2026, TNI Pastikan 20 Ribu Umat Beribadah Aman
    Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma hadir langsung Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (31/5/2026).

    MAGELANG - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, berlangsung khidmat dan penuh makna, Minggu (31/5/2026). Di tengah puluhan ribu umat Buddha yang memadati kawasan cagar budaya dunia tersebut, Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma hadir langsung mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memastikan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan kedamaian selama perayaan berlangsung.

    Kehadiran Kasdam IV/Diponegoro menjadi simbol kuat dukungan TNI terhadap kehidupan beragama yang harmonis serta upaya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    Tahun ini, perayaan Waisak mengangkat tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan" dengan subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia", yang menjadi pesan utama bagi umat manusia untuk memperkuat nilai kebajikan, toleransi, dan persaudaraan lintas bangsa.

    Ribuan Umat Ikuti Kirab Suci dari Mendut ke Borobudur

    Rangkaian ibadah diawali dengan sembahyang bersama di Kompleks Candi Mendut yang dipimpin para Bhikkhu Sangha. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyalaan pelita perdamaian dan doa bersama di Pohon Harapan sebelum ribuan umat mengikuti Kirab Waisak menuju Candi Borobudur.

    Dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar empat kilometer, peserta kirab bergerak secara tertib dan penuh kekhusyukan sambil membawa simbol-simbol keagamaan yang sarat makna spiritual.

    Suasana sakral semakin terasa ketika iring-iringan umat memasuki kawasan Borobudur yang menjadi pusat pelaksanaan Detik-Detik Waisak Nasional 2026.

    TNI dan Polri Kawal Perayaan Waisak Internasional

    Di balik khidmatnya prosesi keagamaan tersebut, ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.

    Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam perayaan Waisak merupakan bagian dari tugas menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung kebebasan beribadah bagi seluruh warga negara.

    "Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh umat yang melaksanakan ibadah. TNI hadir untuk memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh kedamaian. Ini juga menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menjaga persatuan serta kerukunan antarumat beragama, " ujar Brigjen TNI M. Andhy Kusuma.

    Menurutnya, pengamanan dilakukan secara terpadu mulai dari jalur kirab, kantong-kantong parkir, titik konsentrasi massa, hingga kawasan utama Candi Borobudur.

    "Kami bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, panitia, dan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman, " tambahnya.

    Waisak Borobudur Jadi Simbol Toleransi Indonesia

    Lebih dari 20.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara menghadiri perayaan Waisak tahun ini. Kehadiran peserta internasional menunjukkan bahwa Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga pusat spiritual dunia yang menyuarakan pesan perdamaian.

    Perayaan yang berlangsung aman dan tertib tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya nilai toleransi yang hidup di Indonesia. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat berhasil menciptakan suasana yang kondusif sepanjang kegiatan berlangsung.

    Kasdam IV/Diponegoro menilai keberhasilan penyelenggaraan Waisak 2026 menjadi bukti bahwa persatuan dalam keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.

    "Momentum Waisak mengajarkan nilai cinta kasih, kebijaksanaan, dan perdamaian. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga bersama untuk memperkuat persatuan bangsa, " tegasnya.

    Perayaan Waisak Borobudur 2026 pun kembali mengukuhkan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, kebebasan beragama, serta semangat hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.

    Autentikasi: Pendam IV Diponegoro 

    waisak borobudur tni keamanan toleransi umat buddha magelang
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Hari Lahir Pancasila 2026, Irdam Diponegoro:...

    Artikel Berikutnya

    Hari Lahir Pancasila 2026, Kapok Sahli Pangdam...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0736/Batang Gelar Bhakti Kesehatan
    Rakor Optimalisasi Posyandu 6 SPM, Koramil Karanganom Dorong Sinergi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah
    Danramil 19/Trucuk Bersama Babinsa Ikuti Donor Darah, Dukung Ketersediaan Stok Darah PMI Klaten
    Babinsa Koramil 12/Mranggen Kodim 0716/Demak Laksanakan Patroli Malam

    Ikuti Kami