MTT Pusterad Digelar di Kodam IV/Diponegoro, Perwira Teritorial Diasah Hadapi Tantangan Kewilayahan Modern

    MTT Pusterad Digelar di Kodam IV/Diponegoro, Perwira Teritorial Diasah Hadapi Tantangan Kewilayahan Modern
    Kodam IV Diponegoro menggelar kegiatan Mobile Training Team (MTT) Peningkatan Kemampuan (Katpuan) Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) Tersebar Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Makodam IV/Diponegoro, Watugong, Semarang, Kamis (11/6/2026).

    SEMARANG - Upaya memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan profesionalisme aparat teritorial terus dilakukan TNI Angkatan Darat. Salah satunya melalui kegiatan **Mobile Training Team (MTT) Peningkatan Kemampuan (Katpuan) Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) Tersebar Tahun Anggaran 2026** yang digelar di Aula Makodam IV/Diponegoro, Watugong, Semarang, Kamis (11/6/2026).

    Kegiatan yang menghadirkan tim dari **Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad)** ini menjadi bagian dari strategi TNI AD dalam memperkuat kapasitas aparat kewilayahan menghadapi dinamika sosial, perkembangan teknologi, hingga tantangan keamanan yang semakin kompleks.

    Puluhan perwira staf teritorial dari jajaran Korem dan Kodim di wilayah Kodam IV/Diponegoro mengikuti pembekalan tersebut. Mereka mendapatkan materi mendalam terkait pembinaan teritorial (Binter), pengelolaan data kewilayahan, hingga strategi membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

    Dalam amanat yang dibacakan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa **Ketatalaksanaan Pembinaan Teritorial (Talak Binter)** di tingkat Koramil memiliki peran strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Keberadaan data wilayah yang akurat dan mutakhir dinilai menjadi fondasi utama dalam mendeteksi potensi permasalahan sosial serta mengambil langkah antisipatif secara cepat dan tepat.

    > “Pembinaan teritorial bukan hanya soal administrasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk mendukung deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi ancaman maupun dinamika sosial di wilayah. Karena itu, kualitas data dan kemampuan aparat kewilayahan harus terus ditingkatkan, ” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat kegiatan.

    Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk memperkuat implementasi **Sistem Perencanaan dan Pengendalian (Sisrendal) Binter** secara berjenjang dan terintegrasi. Sistem tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan **Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) Juang** yang tangguh sebagai penopang stabilitas dan ketahanan nasional.

    ### Empat Fokus Utama Apkowil

    Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, aparat kewilayahan diminta berpedoman pada empat sasaran utama yang menjadi fokus peningkatan kemampuan tahun ini.

    Pertama, memastikan tersedianya data teritorial yang akurat, valid, dan selalu diperbarui, mencakup aspek geografi, demografi, serta kondisi sosial masyarakat.

    Kedua, memperkuat sinkronisasi program teritorial dengan agenda pembangunan pemerintah daerah agar tercipta efektivitas dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Ketiga, menyusun perencanaan kegiatan yang realistis, aplikatif, dan mudah diimplementasikan oleh para Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di lapangan.

    Keempat, menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam merumuskan strategi kewilayahan guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    > “Aparat kewilayahan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi, kemampuan analisis wilayah, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah, ” tegas tim Pusterad dalam sesi pembekalan.

    ### Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

    Pelaksanaan MTT Katpuan Apkowil Tersebar TA 2026 ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparat teritorial di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro.

    Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para aparat kewilayahan diharapkan semakin siap menghadapi tantangan tugas yang berkembang, mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan, potensi konflik, hingga dukungan terhadap program pembangunan daerah.

    Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AD dalam membangun sistem pembinaan teritorial yang modern, adaptif, dan responsif, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat tetap terjaga sebagai kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    (Agung)

    tni ad kodam iv diponegoro pusterad pembinaan teritorial aparat kewilayahan ketahanan nasional beritajateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Kodam IV/Diponegoro Perkuat Transformasi...

    Artikel Berikutnya

    Irjen TNI dan Pangdam Diponegoro Turun ke...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kasdam Diponegoro Tekankan Disiplin dan Kesiapan Prajurit di Upacara 17-an
    Kodim Temanggung Hadirkan Harapan: Bedah Rumah Warga Jelang HUT TNI
    Gaktib Kendaraan di Makodim Temanggung: Cek Kelengkapan dan Kelayakan Jadi Prioritas
    Dandim Temanggung Tekankan Investasi Kesehatan dan Kepekaan Wilayah Prajurit
    Pangdam IV/Diponegoro Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau Panjang

    Ikuti Kami